Kamis, 05 Juni 2014


Reog wayang di Benyo, Sendangsari, Pajangan, Bantul ini lahir sekitar tahun 1981, dimana pemainnya pada waktu itu masih anak-anak yang berusia belasan tahun. Dipimpin oleh bapak Rukiman, anak-anak dusun Benyo sangat bersemangat belajar tari reog wayang secara otodidak dengan hanya melihat desa lain yang sedang berlatih. Dengan semangat yang berkobar didada mereka, tak kenal lelah mempelajarinya, hingga suatu saat mereka membuat topeng dari Clumpring, Kuluk yang terbuat dari dedaunan kering, yg dibuat sedemikian rupa oleh sang seniman mereka, yaitu Yulianto. Berbekal semangat yang ada, walaupun dengan alat yang serba sederhana, bahkan Bende (Bagian dari Gamelan) pun hanya terbuat dari piring logam, dan Dhodhog dari ember bekas, mereka memberanikan diri Mbarang (mengamen). Dan tak akan pernah terlupakan dalam benak mereka, yang pertama kali nanggap adalah alm. Bpk Paidi, dengan harga Rp 50.-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar