Reog wayang di Benyo, Sendangsari, Pajangan, Bantul ini lahir sekitar tahun 1981, dimana pemainnya pada waktu
itu masih anak-anak yang berusia belasan tahun. Dipimpin oleh bapak Rukiman, anak-anak dusun Benyo sangat bersemangat belajar tari reog wayang
secara otodidak dengan hanya melihat desa lain yang sedang berlatih.
Dengan semangat yang berkobar didada mereka, tak kenal lelah
mempelajarinya, hingga suatu saat mereka membuat topeng dari Clumpring, Kuluk yang terbuat dari dedaunan kering, yg dibuat sedemikian rupa oleh
sang seniman mereka, yaitu Yulianto. Berbekal semangat yang ada,
walaupun dengan alat yang serba sederhana, bahkan Bende (Bagian dari Gamelan) pun hanya
terbuat dari piring logam, dan Dhodhog dari ember bekas, mereka
memberanikan diri Mbarang (mengamen). Dan tak akan pernah terlupakan
dalam benak mereka, yang pertama kali nanggap adalah alm. Bpk Paidi,
dengan harga Rp 50.-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar